Kumbang dan Bunga
Bunga mencoba fokus pada kejadian malam itu, dari bibirnya yang polos semua kejadian secara berurutan lalu Kumbang mencatatnya pada sehelai kertas. Kumbang sempat beberapa kali berhenti menulis karena merasa sakit, untaian kisah sahabatnya itu membuat hatinya terluka. Kumbang menyesal mengapa saat bapak penjaga sekolah mereka memintanya untuk menjaga Bunga sampai ke rumah spontan dirinya menolak sebab saat itu akan masuk waktu solat magrib.
Kumbang juga berpikir semuanya akan baik-baik saja dalam gelapnya malam di jalan kecil desa mereka yang warganya telah mengenal satu sama lain. Kumbang juga berpikir solat magrib hanya beberapa menit saja dan setelahnya akan cukup waktu baginya untuk mengawal Bunga pulang. Namun kenyataan yang sangat menyayat hati malah terjadi pada sahabatnya sebagian besar menurut Kumbang adalah akibat kelalaiannya.
Setelah selesai menceritakan kronologi kejadian tersebut secara lengkap, Bunga mengaku sangat lelah dan emosional. Gadis cilik tersebut minta izin kepada Kumbang untuk beristirahat dan sebelumnya berpesan kepada Kumbang agar berhati-hati meninggalkan rumahnya. Kumbang merasa lega dan meminta undur diri, hari menjelang sore saat Kumbang beranjak dari kamar Bunga. Saat melewati ruang makan dirinya mendengar tuan rumah telah kembali.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
