Kumbang dan Bunga
Kumbang dan Bunga tiba di halaman pukesmas atau rumah dinas menjalang tengah malam, karena Bunga mengeluh sakit perut. Kumbang terpaksa membawa sahabatnya kesebuah sungai yang biasanya dimanfaatkan oleh masyarakat desa untuk aktivitas sehari-hari. Setelah semuanya selesai dengan susah payah karena tak terbiasa dan penilaian sanitasi yang rendah selama ini akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan tiba sedikit terlambat.
Di rumah dinas semua telah disiapkan, bahkan seorang pemandu akan membawa mereka pergi ke kawasan yang aman. Pemandu menyatakan jika mereka akan tetap bergerak sejauh mana yang sanggup dilakukan sebab berhenti sesaat akan memperdekat jarak mereka dengan kelima orang yang dipastikan akan mencari keberadaan mereka. Setelah Kumbang menitipkan adik-adiknya ke bu bidan, mereka melanjutkan perjalanan dengan kaki dan menuju arah yang berlawanan dengan arah ke keramaian.
Sementara di rumah besar, suara tawa disertai dentingan piring dan gelas mewah orang-orang tiba-tiba saja mengingat ada yang tak terlihat dari tadi. Bunga, namanya mendadak terucapkan secara serentak lalu perintah dikeluarkan. Pelayan yang semula naik dan akhirnya dengan histeris mengatakan jika yang mereka cari tak ditemukan malah dirnya melihat lemari yang kosong dan balkon yang terbuka. Serentak mereka berdiri memeriksa kondisi sekitar dan panik disaat menyadari Bunga telah pergi meninggalkan rumah.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
