Kumbang dan Bunga
Bus terus melaju dalam teriknya matahari rasa haus mendera para penumpang, di kampung sebelum kampung tempat tinggal Bunga dan Kumbang mereka berhenti. Bus yang berhenti dan seluruh penumpangnya turun lalu menepi mengisi lambung mereka yang haus dengan makanan dan air yang menyegarkan. Sebuah warung kecil yang menyediakan apa adanya dengan makanan ringan dan makanan berat hanya nasi dengan lauk tahu dan tempe.
Keenam pria yang selayaknya berpikir akan menemukan buruan mereka di tempat tersebut, mencoba mencari dengan mengitari daerah sekeliling warung. Pemilik warung tanpa curiga bercerita tentang orang-orang yang singgah di warung mereka. Mereka yang datang dengan cerita dan pergi juga dengan cerita, semua yang awalnya biasa akhirnya menjurus kepada hal lain yang lebih rahasia. Tentang dua orang anak pemberani yang singgah tadi pagi untuk sekedar membeli dua bungkus nasi.
Pria dewasa tersebut kaget dan mereka paham jika kedua anak yang diceritakan adalah Kumbang dan Bunga. Kedua anak tersebut dengan nekat telah menempuh perjalanan kaki menelusuri hutan belantara yang cukup rapat. Mereka hanya sedikit di depan mereka dan keenam pria tersebut tiba-tiba berubah pikiran. Sangat penting bagi mereka membungkam keduanya dalam hutan sunyi sehingga tak ada yang tahu akan kehilangan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
