Kumbang dan Bunga
Perjalanan panjang akhirnya terhenti dan mereka berdua tak dapat kembali ke rumah, sebab keenam pria dewasa itu hendak melenyapkan saksi dan korban. Harapan bertemu keluarga bagi Kumbang telah mustahil sebab gerbang akan dijaga dan bila mereka memaksa masuk maka mareka kemungkinan besar akan tertangkap. Sementara Bunga terlihat sangat hancur walau kondisi fisiknya membaik, kepanikan mulai menerpa seluruh tubuhnya yang kurus.
Tubuh yang gemetar dengan air mata yang jatuh terurai tanpa tubuh yang dapat bersandar, hatinya hancur semua kenangan masa kecil berupaya dia tepis dan lupakan. Deretan peristiwa beberapa waktu yang lalu kembali muncul, Bunga menjerit histeris saat memorinya kembali memutar kejadian malam itu dan sekarang wajah kelima pelaku dengan jelas terpampang di matanya. Isaknya tak terbendung jiwanya kembali jatuh.
Kumbang datang memberikan pelukan hangat untuk menangkan hati sahabatnya yang hancur, semuanya menjadi dilema. Jika mereka harus kembali tentunya ke kampung halaman akan tetapi kembali ke kampung halaman berarti hukuman bagi Bunga. Kumbang dengan kesabarannya terus mengingatkan Bunga akan impian masa depannya yang belum tercapai. Kebaikan hati dan kepintaran otaknya akan terus mengarahkannya kepada kemenangan.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
