Kumbang dan Bunga
Hutan terus mengamankan dan keduanya berada di dalamnya, beruntung mereka selalu aman dan nyaman. Walaupun di belakang mereka ada banyak kejahatan yang seperti tak akan lepas begitu saja namun kedua anak tersebut tetap yakin semua akan baik-baik saja. Kumbang terus memimpin sebagai penunjuk arah dan penjaga. Sementara Bunga masih tertatih berjuang menahan rasa sakit yang masih ada dan melangkah secepat mungkin.
Beberapa kilometer di belakang mereka sebuah pergerakan nyata terus memacu, tenang tapi konsisten. Mereka hanya fokus pada satu tujuan yakni keberadaan kedua kanak-kanak sebagai saksi dan korban. Keduanya akan menjadi penghalang bagi kejayaan mereka. Salah seorang terus memantau menjajaki setiap tempat yang mereka lewati namun hasilnya sebuah gelengan. Mereka tidak menemukan hal yang dapat dijadikan petunjuk.
Kesal dan nyaris putus asa akhirnya laki-laki itu menendang bebatuan di kakinya dan di sana muncul sebuah hal gila dibenaknya. Kemudian ide tersebut dia sampaikan kepada kelima temannya yang lain dimana kelimanya tampak puas dengan ide cemerlang tersebut. Setengah jam setelahnya mereka bertemu kembali dengan bus tua yang kembali berhenti karena ada ban bocor. Mereka lalu naik kembali dan meninggalkan tepian sungai untuk melanjutkan ide tersebut.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
