Kumbang dan Bunga
Pintu itu diketuk dengan sangat pelan dan Kumbang telah mengulanginya beberapa kali akan tetapi yang terdengar hanya suara angin. Angin malam yang lembut tetap terasa dingin di pipi Kumbang, anak laki-laki itu berusaha menahan rasa dingin dengan menarik mantelnya. Setelah lewat tigapuluh lima menit berlalu, Kumbang memilih memutar lewat pintu depan. Kumbang melihat cahaya lampu kamar depan atau kamar bu bidan namun nyaris tak ada suara sama sekali di dalam.
Kumbang kaget saat memegang gagang pintu depan, pintu depan terbuka ada rasa khawatir dengan situasi di dalam rumah dinas tersebut. Dan benar saja saat Kumbang telah menunggu cukup lama dan merasa kesabarannya telah menemui batasnya. Perlahan Kumbang memutar pegangan pintu. Pintu terbuka dan pandangan matanya langsung pada kondisi rumah bagian dalam yang berantakan. Barang-barang yang bergeser tak teratur, isi lemari yang berserakan di lantai.
Kumbang tidak langsung menutup pintu, anak laki-laki itu dengan pasti masuk dan mengecek semua ruangan dan setiap sudut. Dan anak laki-laki itu melihatnya, sosok yang baik hati dan selalu ingin berbagi berada di sudut kamar tepatnya di balik lemari kayu. Kumbang segera menghampiri dan memeriksa tanda-tanda kehidupan dan hatinya terenyuh. Tanpa banyak berkata-kata anak laki-laki itu membaringkan tubuh perempuan itu di lantai dan mengatur sedemikian rupa agar cukup oksigen
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
