Kumbang dan Bunga
Mereka masih berpencar mencari kedua anak yang seperti hilang di telan bumi, ketiganya belum menemukan titik terang bahkan disaat matahari keluar dari peraduannya. Matahari menyengat masuk menerangi huatan yang rapat. Ketiga pria itu nampak mulai frustasi menerima kenyataan bahwa usaha mereka telah menemui jalan buntu. Namun didalam gua yang mulai terang kedua anak yang sedang mereka cari sedang menikmati sarapan.
Pagi itu hanya umbi dan teh panas tawar yang tersaji di atas batu sungai yang berbentuk piringan datar. Bunga dan Kumbang menikmati sarapan sederhana harian mereka, semuanya berjalan lancar dan sederhana saja. Akan tetapi hal terburuk adalah mereka akan tetap berdiam dalam waktu yang lama di dalam gua tersebut sampai keadaan stabil. Mereka akan mencari makanan di sekitar gua dengan memanfaatkan air yang mengalir.
Kumbang terpaksa menahan kecewanya hanya karena dirinya dihadapkan pada kondisi yang tak realistis. Mereka hanya mampu bertahan dan bersabar sementara langkah kaki para pemburu masih terdengar dekat di telinga mereka. Bahkan melalui celah tanaman yang menutupi pintu gua keduanya beberapa kali harus menahan napas dan menghentikan tarikan napas. Namun akhirnya satu dua jam aktivitas pencarian berhenti dan mereka tak kelihatan lagi.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
