Kumbang dan Bunga
Mereka hanya menunggu dalam diam dan mentari yang turun menghangatkan akhirnya datang. Sementara Kumbang dan Bunga mempersiapkan tubuh dan pikiran mereka untuk menghadapi amukan keluarga. Keduanya menyempatkan diri untuk menjawab pertanyaan yang barangkali akan menyudutkan, tentang apa dan bagaimana mereka menjawab situasi. Namun kondisi di dekat gerbang masuk kampung diluar dugaan.
Kumbang menarik tangan Bunga dengan cepat membawa ke belakang pohon besar, membisikan sesuatu yang membuat sahabatnya gentar. Kumbang melihat keenam laki-laki yang mengejar mereka berdiri dengan berkacak pinggang. Mereka berdiri dengan percaya diri yang tinggi, memegang kayu, tali dan karung sambil menatap ke arah jalan. Pandangan mereka yang percaya diri untuk mendapatkan buruannya dengan mudah.
Keenamnya tampak puas dengan kemampuan mereka memotong jalan dan akhirnya tiba lebih cepat sementara bus besi yang mereka tumpangi masih berhenti jauh dibelakang. Kumbang dan Bunga terdiam cukup lama jarak mereka memang tak seberapa jauh namun mereka masih dapat melihat benda-benda tajam yang terselip. Bunga kaget luar biasa matanya seakan ingin keluar melihat seseorang yang berdiri dengan berkacak pinggang di depan gapura desa.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
