kumbang dan Bunga
Matahari telah kembali memilih pulang dalam nyanyian sore yang cerah, dari pagi hingga sore ini mereka hanya rebahan dan makan saja. Walau sekali-kali saja Kumbang keluar gua dengan sangat hati-hati mencari makanan untuk mereka. Beberapa umbi dan buah-buahan liar yang ditumpuk di atas batu sungai yang berbentuk piring. Banyaknya lumayan untuk mengganjal perut mereka sampai lima hari kedepan, mereka akan terhindar dari lapar meskipun tak mengenyangkan.
Kondisi Bunga masih sedikit lemes dan obat-obatannya justru hampir habis, maka mereka harusnya menemui bidan baik hati malam ini. Akan tetapi Kumbang belum berani dan menciut hatinya karena gerak gerik mereka akan terus diawasi. Kembali ke kampung saat ini bukan pilihan terbaik bagi mereka berdua sebab tantangannya adalah nyawa namun jika terus bertahan di gua maka penyakit Bunga justru akan mengkhawatirkan.
Malam itu mereka masih bertahan dalam cahaya seadanya namun hangat, Bunga terus memeluk tubuhnya. Suara gemetar tubuhnya sampai terdengar jelas di dalam gua yang cukup luas, Kumbang dengan cepat meletakkan jerami-jerami yang tadi sempat dia ambil di belakang kediaman kepala desa yang memang terletak dekat hutan. Jumlahnya tak seberapa tapi dirinya memaksakan untuk mengambil beberapa agar mereka tak kedinginan nanti malam.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
