Kumbang dan Bunga
Ketiga orang laki-laki dewasa itu berbagi arah, mereka berbagi dan menyusun strategi terbaik menghadapi anak-anak yang terlalu cerdas. Mereka yakin hutan adalah tempat terbaik untuk bersembunyi dan sekaligus untuk melenyapkan. Hutan akan melupakan dan mereka akan mudah melenyapkan sehingga mereka bertiga sedikit arogan dan bangga. Dengan percaya diri masuk ke dalam hutan dan tepat dibagian dengan intensitas cahaya penuh mereka berhenti kemudian berbagi.
Kumbang dan Bunga telah sepakat untuk bersembunyi sementara pada gua yang tua dan dipenuhi tanaman merambat serta rumput liar. Bunga terlihat gemetar ketakutan dengan wajah yang kusut mencoba mencari jalan keluar dari permasalahan mereka. Mereka hanya dua orang anak kecil yang dipaksa berjuang melawan kerasnya kehidupan dan ketidak adilan. Kumbang terus menguatkan dan menghibur sahabatnya memastikan mereka akan baik-baik saja.
Beruntung mereka berdiam dalam gua di belakang air terjun sehingga kebutuhan air minum dapat terpenuhi dengan layak. Bunga akhirnya tertidur dalam lelahnya akibat ketakutan yang menderanya, dalam tidurnya anak perempuan itu masih menggigau memanggil nama Kumbang. Kumbang tetap memegang tangan sahabatnya, menggengam lebih erat untuk memberikan kekuatan agar dirinya terus berjuang sebelum semuanya berakhir.
Besambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
