Kumbang dan Bunga
Kumbang terus berjalan, mencium,merasa dan meraba setiap tumbuhan, setiap tempat dan gerak gerik hewan. Matanya yang tajam terus menatap setiap sudut dan tangannya yang cekatan terus memungut setiap bagian tumbuhan yang dapat dimakan. Sangat beralasan bagi Kumbang untuk melakukan hal tersebut sebab mereka sangat lemah. Semua berjalan sebagaimana manusia harus bertahan dan dia melakukannya.
Kumbang berhasil memungut beberapa umbi, daun muda dan burung kecil yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mereka selama perjalan pulang. Kumbang sangat berhati-hati dengan api dan sungai sebab dirinya tahu mereka sedang diikuti namun pada jarak tertentu. Dan dia belum tahu secukupnya terkait data dan identitas pelaku. Akan tetapi dia hanya mengenali tato yang selalu mereka sembunyikan, hal yang unik dan jarang ditemukan.
Sebelum malam benar datang keduanya telah mencapai bagian hutan yang jarang ditempuh manusia, pohon-pohon merapat dan dinding batu terjal semakin memperkokoh kekuatan alam. Namun perlahan langit mulai runtuh membasahi setiap bagian tumbuhan memberikan jawaban atas doa-doa makhluk lemah yang kehausan akibat panas yang tertahankan sejak siang yang terik. Mereka merasakan aliran air yang terus membasahi dan dengan pasti membuat tubuh keduanya menggigil kedinginan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
