Kumbang dan Bunga
Ruangan itu tampak porak poranda, seperti hati kedua anak yang tengah berusaha menyelamatkan bidan desa. Kelihatannya rencana mereka tidak berjalan seperti yang diharapkan karena satu-satunya orang yang paling mereka percayai. Kumbang terus membantu membersihkan luka mengolesi dengan obat dan membalutnya luka dengan kasa seperti yang pernah diajarkan kepadanya. Sementara Bunga memang tak banyak membantu, Bunga sengaja diposisikan untuk mengamati setiap gerakan mencurigakan yang datang dari luar.
Mereka bersyukur hujan sepertinya ikut membantu mereka untuk dengan aman melakukan eksekusi yang baik untuk bidan baik hati tersebut. Setelah kondisinya stabil maka keduanya mengangkat tubuh bidan tersebut ke atas ranjang yang sebelumnya dirapikan oleh Bunga. Kondisi yang lebih baik segera mereka lakukan dengan merapikan ruangan tersebut. Tak butuh waktu lama akhirnya semuanya kembali normal beberapa barang yang rusak mereka keluarkan.
Dan setelahnya hujan berhenti dengan tiba-tiba namun suhu udara masih terasa dingin, Kumbang meminta Bunga tetap berada di dalam, menjaga suhu tubuhnya sekaligus menunggu bidan baik hati sadar. Luka Bunga harus segera diobati agar tak terjadi infeksi yang lebih parah lagi. Sementara dirinya sendiri sibuk mencari bahan makanan yang dapat diolah untuk memenuhi kebutuhan perut mereka yang belum terpenuhi semenjak siang tadi.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
