Kumbang dan Bunga
Malam telah berjalan dengan lancar dan menyisakan sepi dan nyanyian hewan malam yang sedang beraktivitas. Kumbang dan Bunga tetap berjalan pelan melintasi malam di tepi sungai dengan bebatuan kecil yang licin. Mereka menggunakan pencahayaan seadanya dari obor kecil yang dibuat oleh Kumbang setiap detik menjadi taruhan bagi nyawa mereka. Mereka harus tetap berjalan tanpa mengeluh agar tiba tepat waktu di kampung halaman.
Setelah berjalan cukup jauh mereka akhirnya mengalah dan butuh istirahat sejenak sebab tubuh yang lelah akan mendatangkan resiko. Selama perjalanan Kumbang tetap mencari bahan makanan yang tepat dan baik dimakan. Setelah menemukan tempat yang cukup aman dan tenang akhirnya mereka memutuskan berhenti dan mengisi perut. Dengan cekatan Kumbang mengumpulkan ranting menghidupkan api dan memasak air.
Mereka melepaskan lelah sambil mengisi perut sebagai cadangan makanan yang cukup, hanya beberapa kilometer lagi kampung mereka akan kelihatan. Mereka akan beristirahat selama tiga puluh sampai satu jam. Kumbang tahu bus tua itu juga akan berhenti di depan sana karena supir yang mengantuk dan jalanan yang gelap. Maka mereka akan mematikan obor lalu meneruskan perjalanan dalam gelap, sebab akan mencolok jika cahaya obor itu menerangi malam.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
