Kumbang dan Bunga
Mereka berhasil menciptakan suasana hening yang gelap beberapa menit saja sebelum salah seorang pemburu mereka menampakan wajahnya. Bunga melihat bagaimana pria berusia lebih kurang tiga puluh lima tahun tersebut masuk kembali ke rumah dinas. Wajahnya tampak kaget saat mengamati barang-barang yang tadi berserakan di lantai kini tertata kembali dengan rapi. Lampu ruangan yang tadi pecah sekarang telah utuh dan berfungsi kembali.
Dadanya tampak turun naik mencoba meredam emosi yang seraya memenuhi ruang di dadanya. Seketika pikirannya kepada teman-teman yang sedang berkeliling pondok untuk menemukan cerita masa lalu. Buku-buku jarinya menegeras dan jari-jari tangannya mengepal siap di kemukan guna berjaga-jaga. Segala yang dia miliki kini telah dikuras oleh oknum yang mengaku pemerintah yang berwenang, sedangkan rakyat miskin masih menderita kelaparan.
Bunga yang sedari tadi bersembunyi tak mampu menahan air matanya saat sosok yang pertama kali menyekapnya di kebun jagung adalah orang itu. Pekerjaannya sebagai buruh tamu gadungan membuat dirinya bebas berkeliaran di sekitar perkebunan warga. Bunga sangat ingin keluar dari tempatnya tersebut secara total matanya tak sengaja menangkap tongkat kayu. Segera setelahnya mata tajam elang itu melihat potongan kain yang berasal dari gaun seseorang yang bersembunyi dibalik lemari.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
