Kumbang dan Bunga
Mereka akhirnya tiba ditempat dimana Kumbang dan Bunga bermalam, tepat dibawah pohon besar dengan cabang-cabang yang menjulang. Tempat tersebut masih terlihat biasa, normal tanpa menunjukkan kejanggalan atau aktivitas sebelumnya. Bahkan debu kedua anak-anak itu juga ikut lenyap tertiup angin, hilang entah kemana. Salah seorang dari keenam pria itu berinisiatif memeriksa dengan seksama, menggunakan insting pemburunya.
Panca inderanya yang terlatih mencoba mencari bukti walaupun hanya secuil. Hatinya begitu yakin jika mereka menemukan jejak yang benar dan seharusnya semuanya terpapar nyata. Namun alam seakan melindungi kedua anak-anak tersebut, tak satupun tanda berarti yang dia temukan. Akhirnya kembali kepada kelompok yang memutuskan untuk tetap berjalan dipinggir sungai. Mereka menghabiskan waktu sebentar lalu kembali melanjutkan perjalanan.
Sementara di dalam hutan dua anak manusia sedang menikmati perjalanan sambil terus belajar dan menambah pengetahuan. Sesuatu yang sangat berharga bagi Bunga tentang tanaman dan hewan, manfaat dan karakteristiknya. Semuanya ada dan terpajang menjadi satu kesatuan yang utuh sebagai dasar pengobatan. Luka pada tubuhnya perlahan sembuh dan raganya kembali kuat untuk berjalan, sementara trauma harus tetap dilawan untuk dilenyapkan.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
