Kumbang dan Bunga
Mereka menghabisinya sebegitu ganas sampai tak ada yang tersisa dari rumah sederhana yang baru beberapa jam lalu menjadi tempat mereka berdua beristirahat menunggu waktu beroperasinya ruang pengaduan. Semua habis tak bersisa, salah seorang saksi mengatakan jika pemilik rumah ikut hangus terbakar bersama kediamannya. Saat ini yang tersisa hanya puing-puing dan jelaga, warga yang membantu akhirnya berteriak.
Beberapa orang segera berlari begitu sebuah teriakan membelah malam, seorang penolong telah melihat bagaimana wanita tersebut berada dalam keadaan selamat. Sebuah ruangan bawah tanah telah menyelamatkannya berserta hewan peliharaan yang terus menggonggong ke arah seorang pria yang berdiri mengawasi di bawah sebuah pohon. Wajahnya seketika pucat namun memilih tetap bertahan karena sedikit gerakan adalah akhir segalanya.
Kumbang melihatnya dan lansung mengenali dari bayangannya saja, tangan kanannya mencengkram tangan Bunga demikian kencangnya. Gadis itu meringis kesakitan namun dia tahan begitu melihat tatapan serius dalam pandangan Kumbang. Tatapan tajam yang menghujam dan menyakinkan, bahwa mereka akan baik-baik saja. Bunga harus mempercayai sahabatnya sebab keberadaan mereka mulai tidak aman. Mereka yang mengejar telah datang dan bernapas di udara yang sama.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
