Kumbang dan Bunga
Mereka bergerak dalam hening yang lama namun cepat, langkah kaki memang kecil dan pendek tapi keduanya dipandu oleh alam. Kumbang selalu bersyukur sebab kondisi keterbatasan ekonomi telah membawa dirinya kepada kemampuan menaklukan alam. Selama di kampung dengan kehidupan yang pas-pasan serta bergantung pada alam dia mampu menopang kebutuhan keluarganya. Kumbang tidak pernah menyerah dan bukan raganya saja yang kuat namun hatinya jauh lebih hebat.
Bunga terlihat kewalahan mengiringi Kumbang, maka dengan telaten Kumbang memberikan petunjuk bagaimana dan seprti apa pijakan atau tanah dan jenis tanaman yang aman diinjak, dimakan dan disentunh. Bunga dengan bersemnagat sepanjang perjalanan terus menyimak dan sesekali bertanya, bahkan saat menemukan tumbuhan yang unik menurutnya sesuatu yang perlu diteliti dan dijadikan bahan kajian sehungga perjalanan mereka terkesan tak membosankan.
Kumbang dengan sabar terus memberikan jawaban yang menyenangkan bagi Bunga, rasa penasaran membuat Bunga terus bertanya tentang apa saja. Kumbang tak melepaskan kewaspadaannya agak sebentar saja. Ada jejak yang harus mereka hapus namun ada tanda-tanda yang tetap ditinggalkan guna mengamankan mereka jika tersesat kelak. Kedua anak yang terikat dalam persaudaraan itu terus melanjutkan perjalanan membelah hutan menuju tempat yang lebih aman yaitu rumah.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
