Kumbang dan Bunga
Derasnya hujan membuat pergerakan mereka sedikit melambat, ditambah jalanan yang licin membuat Kumbang dan Bunga tak dapat mencapai puskemas lebih cepat. Kondisi kesehatan Bunga yang semakin memburuk, suhu tubuhnya masih tinggi. Kumbang cemas, hatinya layu berbagai cara telah dilakukan namun gagal. Sementara Bunga mencoba terus bertahan dengan energi yang semakin menipis rasanya ingin mati saja.
Tangan kanannya terus berpegang kepada sahabatnya, hujan dengan suhu yang semakin menurun namun tubuhnya panas. Keringat terus membanjiri tubuh anak perempuan itu, sesuatu yang sangat besar dengan resiko tinggi telah masuk ke dalam tubuhnya. Bunga memiliki semangat hidup yang tinggi tapi kemampuan tubuhnya untuk terus tegak seperti dipertaruhkan. Mereka akhirnya sampai di gerbang setelah tiga puluh menit perjalanan.
Kumbang mengajak Bunga untuk memilih jalan yang memutar, memang lebih jauh namun menurutnya jauh lebih aman. Akhirnya mereka sampai di bagian belakang puskesmas, cahaya lampu rumah dinas bu bidan masih menyala. Kumbang menoloak langsung menuju ke sana, setelah meletakkan Bunga ke dalam dapur darurat di belakang rumah dinas baru dirinya berjalan mendekat. Dengan hati-hati Kumbang mengetuk pintu belakang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
