Bukan Cuma Menghafal Mengapa Konstruktivisme Jadi Kunci Belajar Seru di Kampus?
PENDAHULUAN
Konstruktivisme adalah sebuah teori pembelajaran yang berpendapat bahwa manusia menghasilkan pengetahuan dan makna dari pengalaman mereka. Teori ini merupakan teori pembelajaran yang signifikan yang telah diterapkan di berbagai bidang, termasuk pendidikan, psikologi, dan ilmu-ilmu sosial, teori ini memiliki aplikasi langsung pada pendidikan, yang menunjukkan bahwa manusia membangun pengetahuan dan makna dari pengalaman mereka (Bada & Olusegun, 2015). Konstruktivisme menekankan peran pada keaktifan siswa dalam membangun pemahaman mereka sendiri. Siswa merefleksikan pengalaman mereka, membuat representasi mental, dan memasukkan pengetahuan baru ke dalam skema mereka (Giridharan, 2012). Hal inilah yang mendorong pembelajaran dan pemahaman siswa menjadi lebih mendalam.
Konsep utama dari konstruktivisme ini adalah bahwa pembelajaran manusia dilakukan melalui proses membangun, peserta didik membangun pengetahuan baru di atas pengetahuan lama hasil dari pembelajaran sebelumnya. Pengetahuan sebelumnya ini mempengaruhi pengetahuan baru atau modifikasi pengetahuan yang akan dibangun oleh seseorang dari pengalaman belajar yang baru. Belajar adalah sebuah proses aktif. Teori pembelajaran konstruktivis memberikan kerangka kerja yang kuat untuk memahami bagaimana siswa secara aktif membangun pengetahuan dan makna dari pengalaman mereka (Giridharan, 2012).
Pendekatan konstruktivis memainkan peranan penting dalam proses pembelajaran untuk mengkonstruksi pengetahuan (Hussain, 2012). Sejumlah penelitian (studi primer) yang mengkaji konstruktivisme dalam pembelajaran sudah menghasilkan banyak penelitian tinjauan literatur (studi sekunder). Tinjauan literatur ini sangat dibutuhkan dalam memahami suatu topik. Penerapan teori konstruktivis dalam tinjauan literatur, khususnya di tingkat tersier, masih belum banyak dieksplorasi.
Studi tersier, juga dikenal sebagai tinjauan umum yang merupakan jenis tinjauan literatur yang mensintesis hasil dari beberapa studi sekunder (yaitu tinjauan literatur sistematis dan studi pemetaan sistematis) pada topik tertentu (Ligthart et al., 2021). Penelitian ini akan menganalisis dan mensintesis temuan dari berbagai tinjauan literatur yang telah dilakukan sebelumnya mengenai penerapan konstruktivisme dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tinjauan literatur yang relevan dengan penerapan dan dampak konstruktivisme dalam pembelajaran, fitur metodologisnya, tujuan dan temuan dari tinjauan literatur yang dipilih.
Penelitian tersier ini akan memberikan gambaran yang komprehensif dan mendalam tentang bagaimana konstruktivisme telah diterapkan dalam praktek pembelajaran dan bagaimana dampaknya, berdasarkan tinjauan literatur yang ada. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pendidik, peneliti, dan mahasiswa yang terlibat dalam studi literatur tersier.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
