Kumbang dan Bunga
Mereka berbicara banyak hal malam itu, tentang rencana-rencana dan solusi-solusi yang akan mereka tempuh bersama. Pesan-pesan yang mereka bicarakan akhirnya harus di lenyapkan, saat situasi genting saat pintu tiba-tiba di buka dengan paksa mereka telah dalam kondisi siap. Kertas-kertas yang berisi pesan-pesan tersebut telah dibakar dan orang yang masuk hanya menemukan debu. Dengan wajah yang hampir seluruhnya tertutup topeng.
Mereka tak dapat melawan atau membantah saat penguntit dengan leluasa membongkar seluruh isi ruangan itu. Namun upayanya sia-sia saja tak ada yang tersisa dari kertas-kertas itu dan mereka bebas hanya meninggalkan keputusasaan bagi sang penguntit. Ruangan itu memang kembali berantakan namun mereka seolah berada dalam kenyamanan. Rahasia itu tetap aman namun esok mereka sepakat untuk mencari keberadaan Bunga dan Kumbang.
Sementara Kumbang masih terus mengatur asupan gizi bagi Bunga di tempat persembunyiannya, gua itu masih berdiri kokoh. Belum ada orang lain yang menemukan tempat tersebut, sehingga mereka sedikit lega. Kumbang sendiri sempat berpapasan dengan orang-orang yang menjadi pekerja di perkebunan milik orang tua Bunga tapi mereka tampak acuh dalam situasi demikian. Tak ada pertanyaan atau kekhawatiran sampai mereka mengetahui nyonya rumah telah pergi meninggalkan rumah besar.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
