Kumbang dan Bunga
Mereka keterlaluan dan sudah melampaui batas, dari awalnya cuma karena keinginan untuk memperoleh kehidupan yang lebih baik hingga mereka sebagai orang tua telah tega menjual buah hati sendiri. Negoisasi tak diperlukan lagi setidaknya mental putri mereka telah rusak. Dan bodohnya dia sebagai seorang wanita pada awalnya menyetujui semua dan beranggapan itu normal saja. Kemampuan suaminya meyakinkan hatinya tentang sebuah liburan, permainan serta kedekatan layaknya seorang ayah dan anak.
Dirinya telah dibutakan oleh kisah-kisah manipulatif yang menormalisasikan segalanya. Pada suatu tragedi yang merenggut segalanya, masa depan dan harapan putrinya. Pengorbanan yang tak setimpal itu memberikan mereka segalanya termasuk kemewahan dalam impian sebagai seorang wanita. Namun saat sebulan kepergian putrinya ke kota untuk mengajukan gugatan, dirinya secara tak sengaja mendengarkan segala dari balik pintu kamar kerja suaminya yang selalu terkunci.
Malam itu pintu tersebut tertutup namun tidak rapat seperti biasa. gelak tawa dan pembicaraan suaminya dengan kelima temannya masih samar-samar. Namun saat langkahnya terhenti di depan pintu yang mengaga sedikit, maka hatinya sebagai wanita dan juga seorang ibu menjadi sangat hancur. Baki yang berisikan gelas kristas yang baru saja dipesannya pada saudagar Cina bergetar hebat. Air teh hangat bergoyang bahkan ada yang tumpah keluar gelas dan membasahi napan.
Bersambung....
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
