Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kumbang dan Bunga

Kumbang dan Bunga

Bunga pagi ini menatap pantulan dirinya di depan cermin lebih lama satu menit dari biasanya. Gadis cilik dengan senyum termanisnya tengah merapikan seragam dan kepang rambutnya. Senyum yang merekah di bibirnya tak diizinkan pergi lagi setelah dua tahun berlalu. Sekarang dia sudah hampir menyelesaikan pendidikannya di bangku dasar. Kejadian yang sempat membuat mentalnya hancur saat ini perlahan-lahan telah dilupakan.

Guru dan teman-teman di sekolah juga menyanggupi untuk menerima Bunga dengan segala kekurangannya, menganggap gadis cilik itu hanya pergi liburan sebentar lalu datang kembali ke kampung halamannya. Mereka tidak pernah menyebut lagi kejadian itu ataupun bertanya seputar kejadian dan setelah kejadian. Warga kampung telah bersepakat untuk memberikan waktu kepada masa lalu untuk beransur-ansur pergi.

Setelah yakin akan penampilan dan kerapiannya gadis itu berdiri dan melakukan ketegasan kepada orang-orang yang mengantar dirinya agar dapat bergerak cepat serta melupakan apa yang akan mereka alami jika berani menentang. Kereta dengan dua ekor kuda lemah karena belum cukup umur dipaksa menarik kereta melintasi padang rumput, hamparan pasir dan surga dunia. Di dalam kereta seorang gadis cilik mengenggap pinggiran yang berlapis emas.

Bersambung...

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post