Kumbang dan Bunga
Mereka aman untuk sementara dan dalam tiga puluh menit berikutnya bidan baik hati tersebut siuman. Kumbang dengan cepat menceritakan situasi malam itu lalu menberikan identifikasi obat-obatan yang diberikan kepadanya. Wajah bidan itu berubah ada kekaguman, kecemasan dan rasa keterkaitan yang membuat semua kekhawatirkan terlenyapkan. Senyuman yang tulus terlihat di wajah yang masih pucat, namun hal kecil yang sederhana tersebut memberikan dampak yang luar biasa.
Siapa yang menyangka saat kedua tangan bidan terbuka dan senyuman itu terus mengembang, seoarang anak laki-laki kecil yang selama beberapa bulan bersembunyi dari dunia dengan wajah dingin dan sikap sabarnya itu luluh juga. Kumbang menarik dirinya ke dalam pelukan perempuan yang selama ini dihindarinya agar rasa sesak yang menghantam dadanya berkurang. Kepolosan dan keinginanaya untuk menutupi kelemahannya telah berakhir.
Benteng pertahanan dirinya akhirnya runtuh juga, air matanya tak terbendung segala sesak selama ini, kecemasan, ketakutan dan tekanan membuatnya dewasa sebelum waktunya. Bagaimana dirinya menyelamatkan Bunga dengan segala resiko dan ancaman. Semua yang terjadi selama ini bisa diselsaikan oleh anak lak-laki yang berpura-pura kuat. Namun akhirnya suara tangisan tersebut terdengar tidak keras akan tetapi mewakili perasaan hati sesorang yang telah lelah bertahan dan berjuang.
Bersambung...
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
