Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bukan Cuma Menghafal Mengapa Konstruktivisme Jadi Kunci Belajar Seru di Kampus?

Bukan Cuma Menghafal Mengapa Konstruktivisme Jadi Kunci Belajar Seru di Kampus?

HASIL DAN PEMBAHASAN

Bagian ini menguraikan hasil penelitian yang telah diperoleh meliputi hasil analisis deskriptif, kemudian dilanjutkan dengan analisis kategori dan analisis konten.

Analisis Deskriptif

Penelitian ini melakukan tinjauan terhadap literatur review yang sudah dipilih yang mengkaji tentang penerapan konstruktivisme dalam pembelajaran. Berdasarkan hasil pencarian diperoleh 15 artikel yang berasal dari 15 Jurnal yang berbeda. Artikel yang ditinjau ditulis oleh penulis yang berasal dari 9 negara yaitu Turki (7 artikel), Afrika (1 artikel), India (1 artikel), Indonesia (1 artikel), Malaysia (1 artikel), Kanada (1 artikel), Libanon (1 artikel), Yunani (1 artikel) dan Wales (1 artikel). Fakta bahwa artikel-artikel tersebut berasal dari berbagai negara dapat memberikan perspektif yang beragam tentang konstruktivisme dalam pembelajaran. Setiap negara memiliki konteks pendidikan, pengaruh budaya, dan praktik pedagogis yang unik, yang dapat memperkaya pemahaman dan penerapan konstruktivisme.

Turki merupakan negara yang paling banyak meninjau artikel terkait konstruktivisme dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan adanya minat atau fokus yang kuat pada konstruktivisme dalam pembelajaran di Turki. Temuan ini membutuhkan kajian baru untuk mengeksplorasi mengapa hal ini terjadi. Apakah ini karena kebijakan pendidikan, minat akademis, atau tantangan pendidikan tertentu di negara tersebut. Jumlah artikel yang ditinjau untuk masing masing artikel review dapat dilihat pada grafik yang ada pada gambar 1 berikut ini.

Gambar 2. Grafik Jumlah Artikel yang Ditinjau Pada Literatur Review

Jumlah penelitian primer yang di tinjau pada artikel literatur review (artikel sekunder) semakin meningkat mulai dari tahun 2022 sampai tahun 2023. Semakin meningkatnya jumlah studi primer yang diulas dalam artikel tinjauan literatur menunjukkan adanya peningkatan minat terhadap topik ini. Hal ini dapat menjadi indikasi perluasan bidang kajian terkait penerapan kosntruktivisme dalam pembelajaran, dengan semakin banyaknya penelitian yang dilakukan dan dipublikasikan. Jumlah artikel yang ditinjau untuk seluruh artikel tinjaun literatur yang diperoleh adalah 916 artikel primer dari 15 artikel sekunder. Jika dilihat rasio artikel primer terhadap artikel sekunder, maka rata-rata setiap artikel tinjauan literatur mengulas sekitar 61 artikel primer (916 artikel primer/15 artikel sekunder). Rasio ini memberikan gambaran mengenai kedalaman setiap tinjauan literatur.

Sebaran artikel yang ditinjau berada pada kisaran tahun 2014 sampai tahun 2023. Pada tahun 2014 ini di temukan 2 artikel literatur review, kemudian 2 artikel pada tahun 2015, dan 3 artikel pada tahun 2018. Kemudian 2 artikel pada tahun 2020, 3 artikel pada tahun 2021, 1 artikel pada tahun 2022 dan 2 artikel pada tahun 2023. Periode yang dicakup untuk masing-masing artikel dapat dilihat pada tabel 1. Namun ada 1 artikel yang tidak menjelaskan periode cakupannya, hal ini mungkin karena artikel ini berupa artikel sintesis literatur. Sebaran periode cakupan ini dapat dilihat pada grafik yang ada pada gambar 2 berikut ini.

Gambar 3. Tahun Publikasi dan Periode cakupan dari Tinjauan Literatur

Analisis Kategori

Terdapat 6 jenis tinjauan sistematis dari artikel yang dianalisis secara mendalam. Yang terdiri dari 2 artikel Studi Literatur Review (13 %), 6 artikel Literatur Review (40 %), 1 artikel Sintesis Literatur (6,6 %), 1 artikel Meta Sintesis (6,6 %), 4 artikel Meta Analisis (26,6%), 1 artikel Scoping Review (6,6 %). Terdapat variasi jenis tinjauan yang digunakan, yang menunjukkan pendekatan yang komprehensif dan beragam dalam menganalisis literatur. Jenis tinjauan yang paling dominan adalah Tinjauan Literatur, diikuti oleh Meta Analisis dan Studi Tinjauan Literatur. Hal ini dapat mencerminkan sifat dari bidang penelitian, di mana pemahaman yang luas tentang literatur (yang disediakan oleh Kajian Literatur) dan analisis statistik yang lebih terfokus (yang disediakan oleh Meta Analisis). Pengumpulan artikel pada penelitian ini dilakukan dengan dua cara yaitu dengan digerakkan protokol 74 % dan menggunakan metode informal 26 % yang dapat dilihat pada tabel 4.

Gambar 4. Jenis Tinjauan dan Jumlah Artikel Primer yang Ditinjau

Analisis Konten

Setelah dilakukan pendekatan induktif, melalui proses analisis berulang yang terkait tema yang diekstrak dari 15 artikel yang terdiri dari jenis tinjauan SLR (Studi Literatur Riview), LR (Literatur Review), SL: (Sintesis Literatur), MS (Meta Sintesis), MA (Meta Analisis), SR (Scoping Review). Setelah dianalisis dan ditinjau ulang maka dikelompokkan berdasarkan kategori umum. Pada Penelitian kali ini menggunakan teknik perbandingan konstansi mensintesis hasil dari artikel-artikel tersebut. Secara umum ada 2 topik yang dikaji pada artikel yang sudah dipilih diantaranya yaitu 1). Penerapan konstruktivisme dalam pembelajaran 2). Dampak penerapan kontruktivisme dalam pembelajaran. Kedua kategori ini di kelompokkan berdasarkan data pada tabel 1. Kedua topik tersebut dapat digambarkan secara skematis seperti pada gambar 4 berikut ini.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post