Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Kelezatan Kuliner Khas Minang dengan Kuah Gurih Kaya Rempah

Kelezatan Kuliner Khas Minang dengan Kuah Gurih Kaya Rempah

Jika berbicara tentang kekayaan kuliner khas Sumatra Barat, pikiran kita sering kali langsung tertuju pada Rendang, Sate Padang, atau Ayam Pop. Namun, bagi pencinta hidangan berkuah santan yang kaya akan bumbu rempah, ada satu hidangan istimewa yang tak boleh terlewatkan: Katupek Pitalah (Ketupat Pitalah). Berasal dari Nagari Pitalah, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, kuliner tradisional ini telah menjadi salah satu pilihan sarapan favorit yang paling dicari, baik oleh masyarakat lokal maupun para perantau yang sedang pulang kampung.

Apa yang membuat Katupek Pitalah begitu berbeda dari hidangan ketupat sayur lainnya di Minangkabau?

Sayur Rebung dan Nangka Muda

Ciri khas utama Katupek Pitalah terletak pada isian kuahnya. Kuah santan berwarna kuning keemasan ini mengombinasikan potong nangka muda (nangka/cubadak) dan rebung (bambu muda). Perpaduan tekstur nangka yang lembut dan rebung yang sedikit renyah memberikan sensasi gigitan yang sangat khas.

Kuah Santan Rempah yang Gurih dan Hangat

Kuah Katupek Pitalah dimasak dengan bumbu rempah-rempah pilihan seperti kunyit, jahe, lengkuas, bawang merah, bawang putih, serta sedikit cabai rawit untuk memberikan sentuhan rasa pedas yang pas. Aromanya memikat dan rasanya gurih segar di lidah.

Ketupat Padat dan Lembut

Ketupatnya dibuat dari beras pilihan yang dimasak hingga menghasilkan tekstur yang padat namun tetap lembut saat digigit, sangat cocok menyerap kuah gurihnya.

Pelengkap yang Sempurna

Sepiring Katupek Pitalah hangat biasanya disajikan dengan taburan kerupuk merah (karupuak merah) khas Minang yang renyah. Agar semakin nikmat, hidangan ini sering dipadukan dengan lauk pelengkap seperti: Telur rebus, Rendang belut (salah satu lauk pendamping tradisional khas Batipuh) dan Keripik tempe/tahu.

Tradisi Sarapan Pagi di Sumatra Barat

Di daerah asalnya maupun di pasar-pasar tradisional Sumatra Barat (seperti di Bukittinggi, Padang Panjang, hingga Payakumbuh), Katupek Pitalah menjadi menu utama untuk memulai hari. Menikmati sepiring ketupat hangat di pagi hari ditemani segelas teh talua atau kopi hangat adalah perpaduan tradisi sarapan yang sempurna. Bagi siapa pun yang berkunjung ke Sumatra Barat, mencicipi Katupek Pitalah bukan hanya sekadar memanjakan lidah, melainkan juga merasakan warisan cita rasa tradisi Minangkabau yang autentik dan tak tergerus zaman.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post