Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Memanjakan Lidah dengan Rendang Runtiah

Memanjakan Lidah dengan Rendang Runtiah

Siapa yang tidak kenal rendang? Kuliner legendaris asal Sumatra Barat ini telah mendunia berkat paduan rempah-rempah yang kaya dan cita rasa gurih yang mendalam. Namun, di balik popularitas rendang potong yang biasa kita temui di Rumah Makan Padang, terdapat satu varian tradisional yang tak kalah memikat selera: Rendang Runtiah atau yang sering dikenal sebagai Rendang Suwir. Kata runtiah dalam bahasa Minang berarti "disuwir" atau "dicarik-carik". Sesuai namanya, Rendang Runtiah tidak disajikan dalam bentuk potongan daging tebal, melainkan serat-serat daging sapi (atau terkadang daging ayam/puyuh) yang telah disuwir halus sebelum atau selama proses pematangan.

Meskipun secara kasat mata tampilannya mirip dengan abon, Rendang Runtiah memiliki karakter yang sangat berbeda. Jika abon cenderung kering dan manis, Rendang Runtiah tetap mempertahankan identitas utama rendang: bumbu rempah melimpah, tekstur sedikit pekat, serta rasa gurih pedas yang meresap hingga ke tiap helai serat dagingnya.

Membuat Rendang Runtiah membutuhkan ketelatenan tinggi. Daging sapi segar terlebih dahulu direbus hingga empuk, kemudian disuwir tipis-tipis mengikuti seratnya. Suwiran daging ini kemudian dimasak bersama santan kental dan bumbu halus khas Minang—seperti cabai merah, bawang, jahe, lengkuas, kunyit, serai, serta daun jeruk dan daun kunyit.

Proses pengadukan dilakukan di atas api kecil selama berjam-jam. Santan yang perlahan mengering dan mengeluarkan minyak akan meresap sempurna ke dalam serat daging yang halus. Hasil akhirnya adalah rendang bertekstur renyah namun tetap kenyal saat dikunyah, dengan aroma rempah yang amat menggugah selera.

Ada beberapa alasan mengapa hidangan khas ini memiliki tempat khusus di hati para pecinta kuliner:

Bumbu Meresap Sempurna: Karena bentuknya yang disuwir halus, luas permukaan daging menjadi lebih lebar sehingga bumbu rendang dapat meresap jauh lebih merata dibandingkan rendang potongan tebal.

Tahan Lama dan Praktis: Karena dimasak hingga kandungan airnya sangat rendah, Rendang Runtiah memiliki daya simpan yang lama tanpa bahan pengawet. Sangat cocok dijadikan bekal perjalanan, lauk praktis di rumah, maupun oleh-oleh khas.

Sensasi Tekstur Unik: Perpaduan tekstur renyah dari serat daging dan gurihnya bumbu yang mengkristal memberikan pengalaman bersantap yang beda dari biasanya.

Menikmati Rendang Runtiah sangatlah mudah. Cukup taburkan satu atau dua sendok rendang suwir ini di atas sepiring nasi putih hangat. Sensasi gurih pedas yang lumer bersama uap nasi hangat dijamin akan membuat siapa saja sulit untuk berhenti menambah suapan. Bagi Anda yang ingin menjelajahi ragam kekayaan kuliner Minangkabau selain rendang daging biasa, Rendang Runtiah adalah sajian istimewa yang wajib masuk dalam daftar buruan kuliner Anda

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post