Oria Lasmana

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sensasi Kelezatan 'Goreng Baluik' Kuliner Tradisional Minangkabau yang Bikin Ketagihan

Sensasi Kelezatan 'Goreng Baluik' Kuliner Tradisional Minangkabau yang Bikin Ketagihan

Bagi pecinta kuliner nusantara, nama masakan Minangkabau atau yang sering disebut masakan Padang tentu sudah tidak asing lagi. Berbicara tentang kekayaan rasa kuliner ranah minang, lidah kita biasanya langsung tertuju pada rendang, sate Padang, atau gajebo. Namun, di balik itu semua, tersimpan satu menu sederhana namun memiliki cita rasa yang luar biasa menggugah selera, yaitu Goreng Baluik atau belut goreng khas Minang.

Belut (atau baluik dalam sebutan urang awak) adalah hewan air tawar yang banyak ditemukan di area persawahan. Dahulu, bagi masyarakat pedesaan di Sumatra Barat, belut merupakan sumber protein yang mudah didapat sekaligus lauk pendamping nasi yang merakyat. Seiring berjalannya waktu, olahan belut kini tidak hanya menjadi hidangan rumahan, tetapi juga menjadi primadona di berbagai warung nasi tradisional hingga rumah makan mewah. Salah satu olahan paling populer dan legendaris adalah Baluik Goreng Karing (belut goreng kering) dan Baluik Goreng Lado Masiak/Lado Hijau.

Apa yang membuat goreng baluik Minang berbeda dari belut goreng biasa? Kuncinya terletak pada teknik pengolahan dan bumbu rempahnya:

Pembersihan yang Telar: Belut harus dibersihkan dengan benar menggunakan jeruk nipis atau abu dapur untuk menghilangkan lendir khasnya agar tidak amis.

Bumbu Rendaman yang Kaya: Sebelum digoreng, belut biasanya dilumuri dengan bumbu halus yang kaya rempah seperti bawang putih, ketumbar, kunyit, jahe, dan garam secukupnya. Kunyit memberikan warna kuning keemasan yang menggugah selera sekaligus menghilangkan bau tanah.

Tekstur Renyah (Karing): Belut digoreng dalam minyak panas yang banyak dengan api sedang hingga benar-benar kering dan garing. Bagian tulangnya pun menjadi renyah dan aman untuk dikunyah.

Sentuhan Sambal Balado: Kelezatan goreng baluik tidak akan lengkap tanpa kehadiran sambal. Biasanya, belut goreng disiram atau disandingkan dengan sambal lado hijau segar atau lado merah khas Padang yang pedasnya nendang. Paduan gurih renyahnya belut dengan pedasnya sambal menciptakan harmoni rasa yang sempurna di mulut.

Menikmati goreng baluik paling nikmat saat masih panas, dipadukan dengan sepiring nasi putih hangat dan lalapan daun singkong rebus atau daun kemangi. Sensasi tekstur belut yang renyah di luar, gurih di dalam, berpadu dengan pedasnya sambal dijamin membuat siapa saja ingin menambah porsi makan. Bagi Anda yang sedang berkunjung ke Sumatra Barat, mencicipi kuliner yang satu ini adalah sebuah kewajiban. Tak hanya memanjakan lidah, menyantap goreng baluik juga membawa kita lebih dekat dengan kekayaan budaya kuliner tradisonal yang diwariskan secara turun-temurun.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post