Di atas pusara
Kulihat langit redup, sang Surya seperti enggan bercahaya
Seperti hari-hari biasa, ia menyirami bumi
Begitupun hati ini seakan tak berdaya
Mendengar berita yang menyentak hati
_
Seiring itu, selembar daun telah gugur
Rebah pada tanah yang basah, kemudian menguburnya
Semua telah menjadi sebuah alur
Setiap insan pasti mengalaminya
_
Kini, tangis langit tak tertahankan lagi
Jatuh pada tanah merah di pusara itu
Beriring bait-bait doa membumbung tak terintangi
Seolah selalu terseret oleh waktu
**
Mengenang 3 tahun kepergian Ayahanda, semoga Allah SWT mengampuni dosanya dan menerima amal kebaikannya, Aamiin
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
