Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Di atas pusara

Di atas pusara

Kulihat langit redup, sang Surya seperti enggan bercahaya

Seperti hari-hari biasa, ia menyirami bumi

Begitupun hati ini seakan tak berdaya

Mendengar berita yang menyentak hati

_

Seiring itu, selembar daun telah gugur

Rebah pada tanah yang basah, kemudian menguburnya

Semua telah menjadi sebuah alur

Setiap insan pasti mengalaminya

_

Kini, tangis langit tak tertahankan lagi

Jatuh pada tanah merah di pusara itu

Beriring bait-bait doa membumbung tak terintangi

Seolah selalu terseret oleh waktu

**

Mengenang 3 tahun kepergian Ayahanda, semoga Allah SWT mengampuni dosanya dan menerima amal kebaikannya, Aamiin

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post