Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Lidah-lidah lonceng di kesunyian

Lidah-lidah lonceng di kesunyian

Kulihat gumpalan awan di langit yang kelam

Menutup cahaya sang rembulan yang murung

Tiada menengarai suara burung malam

Angin pun tak berdesir bagai terkurung

_

Sesaat kemudian ricik hujan jatuh tak terhitung

Kian menambah kesunyian sang malam

Sunyi seakan menjerat raga bak berkalung

Menggigit juga Sukma yang mencekam

_

Lidah-lidah lonceng terus memukul sunyi

Seiring ricik hujan yang kian tak terbilang

Jatuh pada jalan berlubang merengkuh sepi

Hingga sampai pada muara, tak lagi terhalang

_

Kini, hujan malam yang kelabu

Membawa segenap gundah gulana

Menyeret juga debu-debu

Pada akhirnya semua yang kelam, sirna

**

Gambar diambil dari :

**(censored)**

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post