Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bunga-bunga dalam kemarau

Bunga-bunga dalam kemarau

Sekian lama aku telah pergi meninggalkan kampung yang memberikan beribu kenangan 

Kampung, dimana aku dibesarkan dalam dekapan kehangatan seorang ibu 

Kini kujejakkan kembali kakiku pada kampung yang telah memberikan kebahagiaan 

Seakan senyum seorang wanita yang menjelang senja selalu memanggilku 

Kulihat, tanah telah kering retak-retak 

Pepohonan di sepanjang jalan tampak sedih 

Seolah musim kemarau ini memeluk erat, enggan untuk beranjak 

Melahirkan kisah sedih, yang jika diurai membuat jiwa letih 

Namun, tampak wajah-wajah lugu tetap berseri 

Seperti tak pernah risau dan gelisah pada musim ini 

Setetes air yang mereka nikmati 

Merupakan karunia yang besar dari Ilahi 

Memasuki halaman rumah yang tak luas 

Nampak bunga-bunga bercengkerama riang di bawah terik hangat mentari 

Sepasang tangan yang lentik menyirami tanaman yang tak pernah membias 

Terlihat seulas senyum penuh kerinduan menyapa diri ini 

 

** 

Gambar diambil dari : 

 

**(censored)**

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post