Bunga-bunga dalam kemarau
Sekian lama aku telah pergi meninggalkan kampung yang memberikan beribu kenangan
Kampung, dimana aku dibesarkan dalam dekapan kehangatan seorang ibu
Kini kujejakkan kembali kakiku pada kampung yang telah memberikan kebahagiaan
Seakan senyum seorang wanita yang menjelang senja selalu memanggilku
_
Kulihat, tanah telah kering retak-retak
Pepohonan di sepanjang jalan tampak sedih
Seolah musim kemarau ini memeluk erat, enggan untuk beranjak
Melahirkan kisah sedih, yang jika diurai membuat jiwa letih
_
Namun, tampak wajah-wajah lugu tetap berseri
Seperti tak pernah risau dan gelisah pada musim ini
Setetes air yang mereka nikmati
Merupakan karunia yang besar dari Ilahi
_
Memasuki halaman rumah yang tak luas
Nampak bunga-bunga bercengkerama riang di bawah terik hangat mentari
Sepasang tangan yang lentik menyirami tanaman yang tak pernah membias
Terlihat seulas senyum penuh kerinduan menyapa diri ini
**
Gambar diambil dari :
**(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
