Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Menuai yang indah

Menuai yang indah

Di tengah ladang yang tak luas 

Disiram oleh teriknya sang Surya

Sesosok tubuh kekar kuat, yang tak pernah lepas 

Dari cangkulnya, berkali-kali mengayunkannya 

Tak terhitung lagi tetes keringat yang telah runtuh 

Seiring matahari yang semakin tinggi 

Berjibaku dalam kubangan lumpur yang tak menjauh 

Terbakar mentari, kulit semakin menghitam lagi 

Peluh dan lumpur bercampur menjadi satu 

Hari demi hari dilalui dengan pengharapan 

Beriring dengan selaksa doa yang telah menyatu 

Agar musim panen segera tiba dalam pandangan 

Sebatang padi yang telah tertanam

Merupakan jelmaan dari cerita letih dan lelah 

Padi yang menguning menghilangkan resah dan gelisah yang mencengkeram 

Pada akhirnya menuai segala yang indah 

 

**

Gambar diambil dari : 

**(censored)**

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post