Menuai yang indah
Di tengah ladang yang tak luas
Disiram oleh teriknya sang Surya
Sesosok tubuh kekar kuat, yang tak pernah lepas
Dari cangkulnya, berkali-kali mengayunkannya
_
Tak terhitung lagi tetes keringat yang telah runtuh
Seiring matahari yang semakin tinggi
Berjibaku dalam kubangan lumpur yang tak menjauh
Terbakar mentari, kulit semakin menghitam lagi
_
Peluh dan lumpur bercampur menjadi satu
Hari demi hari dilalui dengan pengharapan
Beriring dengan selaksa doa yang telah menyatu
Agar musim panen segera tiba dalam pandangan
_
Sebatang padi yang telah tertanam
Merupakan jelmaan dari cerita letih dan lelah
Padi yang menguning menghilangkan resah dan gelisah yang mencengkeram
Pada akhirnya menuai segala yang indah
**
Gambar diambil dari :
**(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
