Sebatang Pohon Cinta
Sebatang pohon cinta tumbuh di matamu
Akarnya mencengkeram jantung dan menghentikan detaknya
Lalu menjalar kemudian merambat ke hatimu
Tiada yang dapat menghentikannya
_
Disiram cahaya mentari pagi, pohon cinta bertunas
Dedaunan hijau tumbuh subur dari linangan air mata
Namun, ia menyejukkan pandangan mata yang tak membias
Selalu menyesap ke dalam relung Sukma
_
Bergelinang jingga senja, reranting dan bakal bunganya disuburkan kenangan
Meniti hari, hingga putik-putik bunga bermekaran
Seekor kupu-kupu menghisap sari-sari ketabahan
Akan tetapi ia masih menyisakan kesabaran
_
Dalam tatapmu, pohon cinta itu kian rindang
Daun-daun yang rimbun meneduhkan segala risau dan gelisah
Menghalau teriknya sang Surya saat bertandang
Menepis dingin kala sang malam berdesah
**
Gambar diambil dari :
**(censored)**;oq=foto+pohon&aqs=chrome..69i57j0l4.5769j0j7&client=ms-android-advandigital&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgdii=v_TjpbhmURS0IM&imgrc=HqcOSG5hT0EwzM
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
