Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Sebatang Pohon Cinta

Sebatang Pohon Cinta

Sebatang pohon cinta tumbuh di matamu

Akarnya mencengkeram jantung dan menghentikan detaknya

Lalu menjalar kemudian merambat ke hatimu

Tiada yang dapat menghentikannya

_

Disiram cahaya mentari pagi, pohon cinta bertunas

Dedaunan hijau tumbuh subur dari linangan air mata

Namun, ia menyejukkan pandangan mata yang tak membias

Selalu menyesap ke dalam relung Sukma

_

Bergelinang jingga senja, reranting dan bakal bunganya disuburkan kenangan

Meniti hari, hingga putik-putik bunga bermekaran

Seekor kupu-kupu menghisap sari-sari ketabahan

Akan tetapi ia masih menyisakan kesabaran

_

Dalam tatapmu, pohon cinta itu kian rindang

Daun-daun yang rimbun meneduhkan segala risau dan gelisah

Menghalau teriknya sang Surya saat bertandang

Menepis dingin kala sang malam berdesah

**

Gambar diambil dari :

**(censored)**;oq=foto+pohon&aqs=chrome..69i57j0l4.5769j0j7&client=ms-android-advandigital&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgdii=v_TjpbhmURS0IM&imgrc=HqcOSG5hT0EwzM

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post