Butiran debu
Sebutir debu pada cermin yang kusam
Ia menjadi penghalang sinar yang memancar indah
Ketika engkau usap butiran debu itu dengan kebaikan tersulam
Maka cermin itu memantul cahaya yang singgah
-
Sebutir debu pada udara yang menempel bersekutu
Ia merubah udara penuh dengan butiran-butiran noda
Saat rintik hujan tumpah membawa debu itu
Maka udara yang jernih menggenangi rongga dada
-
Sebutir debu pada wajah yang muram
Ia membuat sang pemilik wajah tak berseri
Ketika engkau basuh dengan airmata tangis malam
Maka wajah itu menjadi cerah kembali
-
Aku hanyalah sebutir debu pada semesta
Yang terombang-ambing oleh badai nasib
Hanya kepada Sang Pencipta
Ku berserah diri, agar segala risau hilang raib
**
# Tagur hari ke-151#
Natuna, 03052021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
