Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bisik Angin Rindu

Bisik Angin Rindu

Di antara dua batas tipis antara jarak dan temu

Selalu melahirkan sekeping kerinduan

Ia pun kerap kali hadir menyajikan lukisan sendu

Namun ia juga senantiasa menyuguhkan keindahan

_

Lalu jiwa merintih mengharapkan sua

Melabuhkan segala rasa yang membelenggu

Meluruhkan seganap lara yang ada

Hingga mural tercipta indah di kalbu

_

Kini, kepada bisik angin yang menghampiri

Kutitip kata-kata rindu kepadanya

Agar ia segera bersemuka dengan diri ini

Dan rindu tak pernah menjelma luka

**

# Tagur hari ke-193 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post