Bisik Angin Rindu
Di antara dua batas tipis antara jarak dan temu
Selalu melahirkan sekeping kerinduan
Ia pun kerap kali hadir menyajikan lukisan sendu
Namun ia juga senantiasa menyuguhkan keindahan
_
Lalu jiwa merintih mengharapkan sua
Melabuhkan segala rasa yang membelenggu
Meluruhkan seganap lara yang ada
Hingga mural tercipta indah di kalbu
_
Kini, kepada bisik angin yang menghampiri
Kutitip kata-kata rindu kepadanya
Agar ia segera bersemuka dengan diri ini
Dan rindu tak pernah menjelma luka
**
# Tagur hari ke-193 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
