Cerita Malam
Malam hanya termenung saja
Yang entah untuk kesekian kali
Ia menikmati pesona purnama dengan takjub
Seakan ingin mendekapnya ke dalam hati
_
Malam hanya termangu diam
Tak tahu untuk keberapa kali
Ia merasakan siraman cahaya bintang gemintang
Dan ia akan selalu mencumbuinya
_
Malam hanya tercenung lama
Yang barangkali tak terhitung lagi
Ia meresapi senandung indah seekor katak dan burung malam
Seolah ia ingin kidung itu tiada akhir
_
Malam tak dapat lagi menghitung
Berapa kali ia telah melahirkan butiran embun
Dan ia pun berharap terus menciptakannya
Agar embun itu senantiasa menyertainya
**
# Tagur hari ke-191 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
