Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Daun Yang Terakhir

Daun Yang Terakhir

Selembar daun pada sebuah reranting

Ia merupakan daun yang terakhir

Dan ia mencoba bertahan tak bergeming

Walaupun harus menepis cobaan tiada akhir

_

Saat musim kemarau singgah

Telah banyak menggugurkan dedaunan

Begitupun sewaktu musim hujan bertandang

Pun menyeret yang ada tak berkesudahan

_

Seakan semua sudah tercatat dalam almanak

Seolah tak dapat berkelit dari untaian masa

Dan daun itu pun tak kuasa menolak

Ketika selarik pawana yang lembut menyapanya

_

Ia pun luruh, jatuh ke bumi

Menggeletak, kemudian tanah yang kering

Telah menguburnya dengan bersedih hati

Dan kita telah mencatatnya, sebagai daun terakhir

**

# Tagur hari ke-194 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post