Pada Semesta
Kusinggahi sebuah taman yang tak jauh dari hati
Taman yang dahulu riuh oleh bermacam warna
Yang melenakan mata tak ingin menjauhnya
Kini, taman itu tak seperti dulu lagi
_
Bumi belum lagi melahirkan aneka pohon
Pun pohon tak kunjung menghamilkan putik-putik bunga
Membuat seekor ulat dan burung tak kunjung bertandang
Serasa tak ada lagi sepasang kaki yang menjejaknya
_
Namun, Semesta selalu bermurah hati
Dikirimnya tangis langit yang tak terbilang
Hingga ia menumbuhkan sebatang pohon
Dan merimbunkan reranting dengan dedaunan
_
Semesta pun senantiasa berbaik hati
Dititahkannya sang Matahari segera mengemuka
Dengannya ia menjadikan kelopak bunga kian merekah
Mengundang beberapa serangga mencumbuinya
***
# Tagur hari ke-208 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
