Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pada Semesta

Pada Semesta

Kusinggahi sebuah taman yang tak jauh dari hati

Taman yang dahulu riuh oleh bermacam warna

Yang melenakan mata tak ingin menjauhnya

Kini, taman itu tak seperti dulu lagi

_

Bumi belum lagi melahirkan aneka pohon

Pun pohon tak kunjung menghamilkan putik-putik bunga

Membuat seekor ulat dan burung tak kunjung bertandang

Serasa tak ada lagi sepasang kaki yang menjejaknya

_

Namun, Semesta selalu bermurah hati

Dikirimnya tangis langit yang tak terbilang

Hingga ia menumbuhkan sebatang pohon

Dan merimbunkan reranting dengan dedaunan

_

Semesta pun senantiasa berbaik hati

Dititahkannya sang Matahari segera mengemuka

Dengannya ia menjadikan kelopak bunga kian merekah

Mengundang beberapa serangga mencumbuinya

***

# Tagur hari ke-208 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post