Pusara Puisi
Ku tapak sebuah jalan kecil menuju bukit hati
Di mana terdapat sebuah pusara puisi
Yang mengubur Kisah cinta yang telah bersemi
Ia pun sudah membawa segala kenangan yang tak bertepi
_
Kini, atas nama cinta ku sambangi pusara
Ku langitkan bait-bait doa
Agar cinta itu berumah kembali di jiwa
Bertunas semula untuk menepis semua lara
_
Saat ini, atas nama kenangan ku ziarahi pusara
Ku panjatkan aksara-aksara doa
Barangkali saja kenangan itu menelusup lagi ke bilik sukma
Hingga ia senantiasa meninggalkan bayang pada atma
_
Ku letakkan setangkai bunga yang segar nan semerbak mewangi
Di atas pusara puisi, sebagai tanda cerita masa lalu
Bahwa engkau pernah mengisi perjalanan waktu
Dan akan terlahir kembali untuk menghalau yang semu
***
# Tagur hari ke-202 #
Gambar diambil dari :
**(censored)**;oq=foto+sebuah+bukit&aqs=chrome..69i57j33i160.8371j1j7&client=ms-android-advandigital&sourceid=chrome-mobile&ie=UTF-8#imgrc=qcIGTq_fOx06TM
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
