Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Seorang penjual keliling

Seorang penjual keliling

Tiada yang lebih sabar dari seorang penjual keliling

Dijajakannya beberapa barang yang berharga

Menyusuri jalan-jalan setapak sepi tak berpaling

Ia teguh tak pernah berputus asa

_

Ketika Matahari membakar raganya

Ia tak menghiraukan sekalipun

Terus ia melangkahkan kakinya

Yang kian lama semakin gontai tak terampun

_

Namun, ia senantiasa menggantungkan asa

Setinggi awan yang cerah di angkasa

Mengharap setetes rejeki dari sang pencipta

Sebagaimana seekor burung mencari ulat yang terlena

_

Hingga lelah semakin merayapi hari

Keinginan pun tak mampu lagi menopang raga

Ia segera beranjak pergi menuju persinggahan hati

Dimana telah menunggu anak istri dengan setia

**

# Tagur hari ke-184 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post