Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dalam Mahkota Bunga

Dalam Mahkota Bunga

Kelopak bunga selalu membersamai mahkota bunga

Tak pernah sekalipun ia ingin beranjak pergi

Serupa Sang Surya dengan senja di kaki cakrawala

Antara keduanya tak dapat dipisahkan

_

Kelopak bunga seperti benih-benih cinta sang insan

Saat Mentari telah mengemuka dari peraduannya

Cahayanya yang tak terbilang menyirami kelopak bunga

Maka benih-benih itu semakin merekah indah

_

Mahkota bunga laksana bulir-bulir keindahan

Ketika gelinang jingga memenuhi sudut cakrawala

Tak terhitung lagi menyelimuti mahkota bunga

Menjadikan bulir-bulir itu kian menelusup ke hati

_

Sang Matahari tak pernah jemu dirindukan oleh sang insan yang menjelma kelopak bunga

Karena dengannya, cinta tak pernah pudar

Gelinang senja senantiasa dinanti oleh sang insan yang merubah menjadi mahkota bunga

Sebab dengannya, mengerti akan sebuah keindahan

***

# Tagur hari ke-216 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post