Dalam Mahkota Bunga
Kelopak bunga selalu membersamai mahkota bunga
Tak pernah sekalipun ia ingin beranjak pergi
Serupa Sang Surya dengan senja di kaki cakrawala
Antara keduanya tak dapat dipisahkan
_
Kelopak bunga seperti benih-benih cinta sang insan
Saat Mentari telah mengemuka dari peraduannya
Cahayanya yang tak terbilang menyirami kelopak bunga
Maka benih-benih itu semakin merekah indah
_
Mahkota bunga laksana bulir-bulir keindahan
Ketika gelinang jingga memenuhi sudut cakrawala
Tak terhitung lagi menyelimuti mahkota bunga
Menjadikan bulir-bulir itu kian menelusup ke hati
_
Sang Matahari tak pernah jemu dirindukan oleh sang insan yang menjelma kelopak bunga
Karena dengannya, cinta tak pernah pudar
Gelinang senja senantiasa dinanti oleh sang insan yang merubah menjadi mahkota bunga
Sebab dengannya, mengerti akan sebuah keindahan
***
# Tagur hari ke-216 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
