Dalam Semesta
Sekuntum bunga yang mekar merekah pada sebuah taman yang tak jauh dari jiwa
Tiada yang lebih membahagiakan baginya, ketika seekor kupu-kupu menyinggahinya
Diserapnya sari-sari bunga oleh kupu-kupu di setiap masa
Namun, bunga tak pernah menggerutu, apalagi menampiknya
_
Serupa dengan cinta yang diberikan Tuhan kepada sang insan
Sebagai anugerah yang tak dapat ditutur sebagai terima kasih
Pun cinta sang insan selalu memberi tanpa pernah meminta kembali
Hingga kian bersemi benih-benih cinta bersemayam dalam hati
_
Seekor kupu-kupu senantiasa menyebarkan bulir-bulir kebaikan
Tak ada yang lebih menyenangkan untuknya, selain saat menyambangi sekelopak bunga
Kemudian ia haturkan sebuah kebaikan darinya
Walaupun ia tak pernah letih ataupun berkeluh kesah
_
Seperti kebaikan yang Tuhan curahkan kepada setiap insan
Sebagai kasih sayang yang tak bisa lagi diukur dengan apapun
Dan kebaikan sang insan senantiasa menyelimuti kehidupannya
Hingga rapuh menghampiri raga yang tak kuasa menolak
***
# Menulis hari ke-225 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
