Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dalam Semesta

Dalam Semesta

Sekuntum bunga yang mekar merekah pada sebuah taman yang tak jauh dari jiwa

Tiada yang lebih membahagiakan baginya, ketika seekor kupu-kupu menyinggahinya

Diserapnya sari-sari bunga oleh kupu-kupu di setiap masa

Namun, bunga tak pernah menggerutu, apalagi menampiknya

_

Serupa dengan cinta yang diberikan Tuhan kepada sang insan

Sebagai anugerah yang tak dapat ditutur sebagai terima kasih

Pun cinta sang insan selalu memberi tanpa pernah meminta kembali

Hingga kian bersemi benih-benih cinta bersemayam dalam hati

_

Seekor kupu-kupu senantiasa menyebarkan bulir-bulir kebaikan

Tak ada yang lebih menyenangkan untuknya, selain saat menyambangi sekelopak bunga

Kemudian ia haturkan sebuah kebaikan darinya

Walaupun ia tak pernah letih ataupun berkeluh kesah

_

Seperti kebaikan yang Tuhan curahkan kepada setiap insan

Sebagai kasih sayang yang tak bisa lagi diukur dengan apapun

Dan kebaikan sang insan senantiasa menyelimuti kehidupannya

Hingga rapuh menghampiri raga yang tak kuasa menolak

***

# Menulis hari ke-225 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post