Pada Malam Pilu
Seekor katak pada sebuah tepian kolam yang tak jauh dari mata
Tercenung dalam kesendirian menatap senja yang kian temaram
Ada setitik asa dalam dirinya, yang telah lama dinanti
Ia ingin malam segera menyambanginya bersama sang purnama
_
Karena ia akan bersenandung ria tentang kerinduan
Sang rembulan pun telah beringsut dari peraduannya
Sang katak segera menembangkan tentang malam yang syahdu nian
Seiring malam yang semakin menua
_
Tentu saja sang katak sangat bersuka cita tak terkira
Ia berharap agar malam beserta rembulan tak lekas sirna
Namun, semesta berbicara lain kepadanya
Seketika hatinya diselimuti risau, melihat awan hitam menyelimuti purnama
_
Sesaat kemudian, tangis langit pun tumpah tak terkira
Yang bagi sang katak, seperti sembilu menikam jantung
Kembali ia termenung dalam ketidakpercayaan
Yang menurutnya bagai mural tak lagi menemukan bentuknya
***
#Tagur hari ke-224 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
