Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bocah di Sudut Jalan

Bocah di Sudut Jalan

Tungkai kaki melangkah pelan, menyusuri jalan yang ramai

Seraya berharap mendapat setetes rejeki

Seperti itulah ia merenda hari, walaupun letih merayapi diri

Namun, tiada pernah ia hiraukan lagi

_

Saat raga tak kuat lagi menopang ambisi

Engkau pun terduduk pada sudut jalan yang menepi

Berharap pada lalu lalang insan yang menaruh hati

Dengan menggantungkan selaksa harapan dalam titian hari

_

Tiada lagi engkau rasakan kegembiraan pada tanah lapang

Pada seutas benang engkau terbangkan layang-layang

Bersama dengan anganmu yang jauh terbang ke awan

Akan tetapi, itu tidak engkau rasakan

_

Tak pernah lagi engkau nikmati senda gurau

Bersama teman-teman sebayamu

Semua telah terenggut dari kehidupanmu

Seakan hidupmu adalah sebuah guratan kisah pilu

_

Tangan kecilmu tak sanggup harus memecahkan karang

Kaki mungilmu tak mampu untuk mengejar bayang

Pun engkau tak lagi dapat bermimpi indah

Seolah engkau terjerembab dalam derita yang tak berkesudah

***

#:Tagur hari ke-270 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post