Bocah di Sudut Jalan
Tungkai kaki melangkah pelan, menyusuri jalan yang ramai
Seraya berharap mendapat setetes rejeki
Seperti itulah ia merenda hari, walaupun letih merayapi diri
Namun, tiada pernah ia hiraukan lagi
_
Saat raga tak kuat lagi menopang ambisi
Engkau pun terduduk pada sudut jalan yang menepi
Berharap pada lalu lalang insan yang menaruh hati
Dengan menggantungkan selaksa harapan dalam titian hari
_
Tiada lagi engkau rasakan kegembiraan pada tanah lapang
Pada seutas benang engkau terbangkan layang-layang
Bersama dengan anganmu yang jauh terbang ke awan
Akan tetapi, itu tidak engkau rasakan
_
Tak pernah lagi engkau nikmati senda gurau
Bersama teman-teman sebayamu
Semua telah terenggut dari kehidupanmu
Seakan hidupmu adalah sebuah guratan kisah pilu
_
Tangan kecilmu tak sanggup harus memecahkan karang
Kaki mungilmu tak mampu untuk mengejar bayang
Pun engkau tak lagi dapat bermimpi indah
Seolah engkau terjerembab dalam derita yang tak berkesudah
***
#:Tagur hari ke-270 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
