Meraih Rahmat-Nya
Setetes rejeki yang Tuhan berikan kepada setiap insan
Sungguh tak ternilai harganya di setiap putaran waktu
Tiada dapat sang insan membalasnya
Selain dengan rasa syukur yang bersemayam dalam atma
_
Nafsu yang senantiasa menjerat sang insan
Dibisikkannya rasa ketakutan pada hati
Ketakutan akan kemiskinan, yang merupakan kemiskinan itu sendiri
Ketakutan akan lapar dan dahaga, sedangkan sumber kasih sayang-Nya tak pernah kering
_
Sedikit pemberian yang insan berikan
Dengan rasa ikhlas adalah pemberian yang penuh arti
Tak akan pernah berkurang harta sang insan
Serupa dengan jika kita meneguk setetes ilmu dari samudra ilmu-Nya
_
Mungkin ada insan yang memberi dari hartanya
Namun pemberiannya disertai dengan pamrih
Membuat pemberian itu tak murni lagi
Baik di mata insan, terlebih di mata Sang Rahman
_
Ada juga yang memiliki sedikit harta dan memberikan segalanya
Yang memberi dengan kegembiraan di hati yang ikhlas
Tanpa pernah mengingat-ingat lagi sedekahnya
Maka rahmat Tuhanlah yang menjadi penggantinya
**"
# Tagur hari ke-262 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
