Di antara Batas Senja
Gelinang jingga telah memenuhi sudut cakrawala
Menjadi batas antara siang dan malam
Tiada yang dapat memisahkan keduanya
Seolah keduanya adalah dua sahabat yang selalu seiring
_
Sewaktu sang surya mengemuka di ufuk timur
Maka begitu banyak yang menyambutnya dengan suka cita
Seperti seorang anak yang menanti sang ibu dalam perjalanan
Yang telah menyimpan dan membawa segala peristiwa, mungkin akan diceritakannya kelak
_
Begitupun saat sang matahari mulai beringsut menuju ke peraduannya
Ada banyak yang menyenanginya karena dengannya akan dinikmati keindahan senja
Namun, ada juga yang meratapinya, sebab putaran kisahnya belum usai
Ia masih ingin merendanya
_
Ketika temaram senja telah lenyap berganti sang malam yang berlabuh
Ada banyak yang menantinya dengan suka cita karena akan dinikmatinya keindahan dan kesyahduan sang malam
Pun ada juga yang menyesalinya, tersebab sang malam membawa cerita duka
Dan ingin agar sang matahari segera menjelang, akan dibasuh lukanya dengan cahaya yang tak terbilang
***
Tagur hari ke-276
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
