Gundah Sang Pujangga
Naskah-naskah menumpuk, tiada lagi tersentuh
Lembaran kertas masih saja putih bersih
Pun sebotol tinta utuh terisi penuh
Sepertinya benda-benda itu masih setia menanti sebuah sentuhan
-
Entah sampai kapan menunggu
Seandainya mereka dapat berbicara
Tentu dengan lantang, mereka mengadu
Kapankah mereka akan disentuh ?
-
Ketika ribuan aksara memenuhi isi kepala
Saat segudang ide mengisi alam pikiran
Hingga menggenanginya, tak lagi tertampung
Namun, apa daya jika gundah memeluk erat sang pujangga
-
Tak sebuah kata pun dapat digoreskan pada kertas putih itu
Tiada sepotong ide pun dapat di tuangkan pada naskah yang bertumpuk
Seumpama, benda-benda itu dapat mengeluh
Tentu, disampaikannya kepada waktu yang telah menjeratnya
# Tagur hari ke-289 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
