Penantian Sang Ibu
Di bangku tua itu, engkau duduk tercenung
Seraya matamu menerawang jauh ke langit-langit
Mengenang buah hati yang tak kunjung tiba
Mengemas juga serpihan-serpihan rindu di hati
_
Begitulah malam ini rindu telah mengoyak hatimu
Engkau pun berusaha menjahit rindu yang patah
Engkau ingin mendekap sang buah hati dalam pelukan hangatmu
Kemudian membaluri sekujur tubuhnya dengan doa-doa, seperti ia masih kecil dahulu
_
Sepotong harapan tak pernah lepas dari relung atmamu
Agar sang buah hati segera hadir menjadi pelepas dahaga rindu
Sebait doa, senantiasa ia haturkan kepada Tuhan
Mengiringi setiap langkah kaki ananda tercinta
_
Kini, bangku tua dan langit-langit rumah itu
Menjadi saksi akan selaksa rindu wanita senja
Berharap fajar segera menjelang
Akan dititipnya rindu kepada sang surya
***
# Menulis hari ke-281 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
