Purcahyono

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Penantian Sang Ibu

Penantian Sang Ibu

Di bangku tua itu, engkau duduk tercenung 

Seraya matamu menerawang jauh ke langit-langit 

Mengenang buah hati yang tak kunjung tiba 

Mengemas juga serpihan-serpihan rindu di hati 

Begitulah malam  ini rindu telah mengoyak hatimu 

Engkau pun berusaha menjahit rindu yang patah 

Engkau ingin mendekap sang buah hati dalam pelukan hangatmu 

Kemudian membaluri sekujur tubuhnya dengan doa-doa, seperti ia masih kecil dahulu 

Sepotong harapan tak pernah lepas dari relung atmamu 

Agar sang buah hati segera hadir menjadi pelepas dahaga rindu 

Sebait doa, senantiasa ia haturkan kepada Tuhan 

Mengiringi setiap langkah kaki ananda tercinta 

Kini, bangku tua dan langit-langit rumah itu 

Menjadi saksi akan selaksa rindu wanita senja 

Berharap fajar segera menjelang 

Akan dititipnya rindu kepada sang surya 

 

*** 

# Menulis hari ke-281 #

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post