Yogyakarta
Yogyakarta dan tempat waktu pulang
Aku tidak pergi, sehingga merindu pulang
Ada yang sedang bertualang
Dan menitipkan sejumput rindu pada rumahnya
_;
Kotaku, kotamu juga
Kamu berkelana, sedang aku berkecimpung dengan lampu kota
Pendarnya membawa rasa tak biasa di jam-jam khas pulang kerja
_
Malioboro menjadi saksi hingga kini
Hiruk pikuk yang tiada pernah sunyi
Menjadi tempat bercengkerama yang tak pernah usai
Menyeret segenap keriuhan di antara sekelebat rindu
_
Di deretan bangunan Belanda tengah kota
Sekali dua senda guraumu pecah di tengah keramaian
Membisikkan mimpi yang hari ini belum sempat menjadi nyata
_
Aku kehabisan kata-kata
Seperti retorika hujan pada jalanan kota yang ditinggalnya menggenang
Aku rangkai aksara
Agar dalam diamnya, angin bertiup pada tempatmu terduduk
# Tagur hari ke-292 #
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
