Batas Jarak dan Temu
Ketika raga yang jauh dari pelupuk mata
Saat hati menakar rindu yang mungkin sudah koyak
Dan engkau berusaha menjahitnya dengan penuh kesabaran
Dari helai demi helai benang pengharapan
_
Antara dua batas tipis jarak dan temu
Kerinduan kerap kali hadir menyajikan lukisan sendu
Kemudian jiwa mengharapkan sua, mungkin lewat angin yang setia menerbangkan kata-kata
Meski kadang terburai luka
_
Hingga selaksa asa itu menetas temu
Dan sulaman itu mencipta pakaian kebahagiaan
Begitulah harap dari sebuah relung atma
Ketika jarak telah memisahkan
***
Tagur hari ke-332
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
