Di Sudut Malam
Indahnya bintang ketika bersinar terang
Ia selalu dirindukan sepasang mata yang menantinya
Namun terkadang ia harus mengalah pada awan kelam
Disimpannya rasa gundah itu dalam-dalam
_
Eloknya purnama saat bercahaya memesona
Ia pancarkan sinarnya yang penuh keteduhan
Walaupun pada saatnya mesti menyerah pada kabut duka
Yang datang tanpa pernah diketahui waktunya
_
Di sudut malam , tampak seekor burung malam termenung
Menunggu dalam ketidakpastian akan nasib yang menyinggahinya
Pasrah adalah sikap yang terakhir , menurutnya
Yang entah sampai kapan harus disikapinya
***
Tagur hari ke-308
Natuna, **(censored)**
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
